Murid Pertama Sekolah Alam: Guru

Murid Pertama Sekolah Alam: Guru

 “Menjadi guru artinya mempengaruhi kehidupan orang lain dengan kehidupan kita sendiri (red: teladan)”
– (Film Little Big Master).

“Guru adalah murid pertama sekolah alam”. Kalimat ini sering sekali diulang oleh Pak Kepala sekolah yang dulu, yaitu Pak Abdul Rachman. Beliau kerap kali menyampaikan kalimat sakti ini dalam berbagai agenda rapat atau bahkan dalam obrolan harian kami. Awalnya, saya tak paham betul dengan kalimat ini. Hingga akhirnya saya tersadarkan sendiri, bahwa kalimat ini sungguh benar adanya. Guru dalah murid pertama sekolah alam. Kenapa bisa begitu?

Guru SAC

Menjadi seorang guru hendaknya tak boleh berhenti belajar. Bagaimana kita bisa memberikan sesuatu jika kita tak memiliki sesuatu untuk diberikan? Begitu pula konteksnya dalam proses mengajar di sekolah. Jika kita tak memiliki ilmu atau keterampilan, maka apa yang bisa kita sampaikan pada murid-murid kita di kelas?  Maka sudah seharunya bagi seorang guru untuk terus belajar banyak hal yang baik, tentunya agar ianya mampu memberikan asupan-asupan yang baik pula pada murid-muridnya. Bukan sekedar belajar ilmu pengetahuan yang bisa ditransfer melalui kegiatan belajar harian di kelas. Lebih jauh dan lebih penting dari itu adalah kemampuan belajar menjadi manusia yang terus tumbuh menjadi lebih baik.

Di sekolah alam, banyak sekali kesempatan untuk belajar tentang berbagai hal. Mulai dari bagaimana metode mengajar? Meng-upgrade diri melalaui berbagai program yang sudah dirancang sekolah, hingga belajar menyelenggarakan event-event yang beragam. Itu pelajaran yang tersurat. Terlihat jelas dalam aktivitas harian di sekolah. Lebih dari itu saya banyak belajar dalam dunia parenting secara langsung. Bagaimana mengahadapi anak dengan tipe ini dan tipe itu? Bagaimana caranya berkompromi dengan orang tua murid agar tumbuh kembang anak dapat maksimal? Selain itu saya pun banyak belajar tentang komunikasi yang baik.  Bagaimana dapat membangun kerja sama yang baik dengan partner kerja di kelas maupun dengan guru dan staf lain di sekolah. Itu yang bisa saya sebutkan, sepertinya masih begitu banyak hal lain yang bahkan tanpa saya sadari, saya terus belajar di dalamnya.

Guru SAC

Tiga hal utama yang menjadi dasar sekolah alam adalah akhlak, kepemimpinan, barulah akademik. Di bidang akhlak, segala hal tentang bersikap baik menjadi penilaian yang penting. Dalam hal ini guru haruslah menjadi teladan bagi muridnya. Bukankah ada peribahasa yang mengatakan “Guru kencing berdiri, murid kencing berlari”? Artinya, begitu penting seorang guru untuk dapat menjadi teladan bagi muridnya. Hal ini bisa terlihat dari sikap dan kepribadian guru di kehidupan sehari-harinya. Tutur katanya, caranya berbicara, ibadahnya, tanggung jawabnya dan lain sebagainya.

Kepemimpinan seorang murid dapat dinilai dari kemampuannya mengahadapi berbagai rintangan di Selasa Ceria: melalui berbagai aktivitas outdoor seperti berenang, memanah dan juga outbound. Dalam hal ini tentu saja, guru pun harus belajar giat untuk bisa melakukan hal-hal yang menjadi target murid-murid di kelasnya. Sehingga guru dituntut untuk bisa berani pula mengalahkan rasa takut taerhadap air jika awalnya tak mampu berenang, melawan sulitnya fokus bila ingin pandai memanah, serta melawan rasa sakit jika ingin mampu menjadi teladan dalam melewati segala macam instalasi outbound. Tidak untuk menjadi seorang yang mahir dalam berbagai hal tersebut, tapi paling tidak, guru dapat memahami bagaimana muridnya belajar, serta untuk terus menumbuhkan rasa ingin belajar pada diri seorang guru. Sehingga modal utama siswa untuk berani melawan tantangan setiap hari Selasa ini sudah dicontohkan terlebih dahulu oleh gurunya, yang juga berjuang untuk melawan rintangan yang sama.

Berbagai aktivitas harian yang menuntut guru untuk lebih kreatif dalam menyajikan materi belajar menjadi tantangan sendiri bagi guru sekolah alam. Oleh karenanya, kegiatan belajar mencari inspirasi dan contoh-contoh metode pembelajaran menjadi hal yang wajib dan harus terus dilakukan agar banyak ide-ide baru yang terus bermunculan.

Intinya, guru adalah manusia yang tak boleh berhenti belajar. Baik itu belajar dalam arti harfiah, yakni menggali ilmu-ilmu baru yang terus berkembang, juga belajar untuk terus menjadi pribadi yang baik. Jika seorang guru berheti belajar, maka ia pun harus berhenti mengajar. Itu kesimpulan saya.

Di sekolah alam ini, saya teramat bahagia dan bangga menjadi murid pertamanya. Karena sejak saya bergabung di sini, saya merasa banyak berubah dari saya yang dulu. Semoga semangat belajar itu akan terus tumbuh pada diri saya pun pada diri guru-guru lainya di luar sana. Semangat menjadi murid pertama!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *